BMKG Dampingi Pemda Flores Pascagempa
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan pendampingan teknis kepada pemerintah daerah di wilayah Flores setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung proses rekonstruksi sekaligus memperkuat mitigasi bencana dalam jangka panjang di wilayah yang memiliki potensi kegempaan cukup tinggi.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim ahli untuk melakukan survei mikroseismik dan makroseismik. Survei tersebut bertujuan mengetahui respons lokal tanah terhadap penguatan atau amplifikasi guncangan gempa.
Hasil pemetaan mikrozonasi nantinya akan dilengkapi dengan rekomendasi yang dapat menjadi acuan dalam penyusunan standar tata ruang dan desain bangunan tahan gempa. Hasil kajian tersebut akan disampaikan kepada pemerintah daerah, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
“BMKG berupaya tidak sekadar memberikan peringatan dini, tetapi juga pendampingan untuk mitigasi sehingga pembangunan kembali fasilitas publik dan permukiman warga dapat menyesuaikan dengan peta kerentanan tanah serta dinamika seismik di wilayah Flores,” ujar Faisal di Kantor Bupati Manggarai, Sabtu (22/8).
Menurut Faisal, pemantauan terhadap gempa susulan menunjukkan adanya kecenderungan pergeseran klaster sumber gempa ke arah barat. Meski kekuatan gempa susulan relatif lebih rendah dibandingkan gempa utama, masyarakat tetap diminta waspada karena sebagian gempa terjadi pada kedalaman dangkal, sekitar 10 kilometer, yang dapat memengaruhi kondisi bangunan.
Di sisi lain, rangkaian gempa susulan tersebut merupakan bagian dari proses pelepasan energi seismik secara bertahap. Kondisi itu secara alamiah dinilai lebih baik dibandingkan terjadinya penumpukan energi dalam jumlah besar yang kemudian dilepaskan secara tiba-tiba.
BMKG juga memastikan keterbukaan informasi mengenai perkembangan gempa susulan. Pembaruan data dilakukan secara berkala setiap pukul 05.00 WIB dan 17.00 WIB untuk kemudian disebarluaskan kepada pemangku kebijakan dan masyarakat, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Terkait ketakutan akan ada gempa yang lebih besar atau tsunami lagi dalam beberapa hari ke depan, secara teoretis gempa besar tidak dapat terjadi di sumber yang sama dalam waktu berdekatan. BMKG juga akan terus memantau perkembangannya,” tandas Faisal.
Untuk memperkuat penyampaian informasi kebencanaan, BMKG turut memfasilitasi Warning Receiver System (WRS) New Generation berbasis web di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manggarai. Sistem tersebut diharapkan dapat mempercepat penerimaan dan penyebaran informasi kebencanaan kepada pihak terkait.
Ke depan, sistem WRS tersebut akan dikembangkan agar dapat terintegrasi dengan informasi prakiraan cuaca dan iklim yang dibutuhkan pemerintah daerah. Dengan integrasi tersebut, pemerintah diharapkan memiliki dukungan informasi yang lebih lengkap dalam mengambil keputusan terkait kebencanaan maupun pembangunan.
Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit menyambut baik pendampingan teknis yang diberikan BMKG. Menurutnya, kajian terhadap kondisi bangunan perlu diperkuat, terutama untuk mengevaluasi ketahanan struktur bangunan bertingkat di kawasan yang memiliki tingkat kerentanan terhadap guncangan cukup tinggi, termasuk Kecamatan Reok.
“Kami merasa perlunya penyesuaian regulasi standar bangunan, mengingat kerentanan yang ada, akan berisiko bagi bangunan yang memiliki lebih dari dua lantai,” tandas Hery.
Dalam kunjungan tersebut, Faisal bersama jajaran juga melakukan inspeksi terhadap peralatan operasional utama (aloptama) serta seluruh bangunan UPT BMKG yang berada di wilayah Flores. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan sarana pemantauan dan sistem peringatan dini tetap berfungsi secara andal serta optimal setelah gempa terjadi.
Peninjauan langsung terhadap infrastruktur BMKG juga menjadi bagian dari evaluasi kesiapan operasional di wilayah terdampak. Dengan memastikan perangkat pemantauan, fasilitas, dan sistem peringatan dini tetap siap digunakan, BMKG dapat terus memberikan informasi secara cepat dan akurat apabila terjadi aktivitas gempa maupun potensi bencana lainnya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan moral dan apresiasi pimpinan BMKG kepada seluruh pegawai di wilayah Flores yang tetap menjalankan tugas dalam mengawal penyebaran informasi selama masa krisis.
Faisal menekankan pentingnya peningkatan dan penyetaraan kapasitas sumber daya manusia dari berbagai bidang keilmuan. Upaya tersebut diperlukan untuk memperkuat peran BMKG dalam mendukung pembangunan nasional sekaligus meningkatkan perlindungan dan keselamatan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.

