8 Orang Tertimbun Longsor di Kali Lek, Papua
Hujan deras yang terus mengguyur Distrik Apalapsili menghambat upaya tim SAR gabungan dalam melakukan pencarian terhadap delapan warga yang diduga tertimbun tanah longsor di Kali Lek, Distrik Apalapsili, Kabupaten Yalimo. Kondisi cuaca yang belum bersahabat membuat proses evakuasi belum dapat dilakukan secara maksimal hingga Selasa.
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua Kombes Patrige Renwarin menjelaskan, pihaknya menerima laporan bencana tanah longsor tersebut terjadi pada Minggu malam, 23 Agustus 2015. Dalam peristiwa itu, delapan orang warga bersama satu unit ekskavator milik PT Papua Abadi Bersatu tertimbun material longsor di sekitar Kali Lek.
Patrige mengatakan, tim SAR gabungan telah berkumpul di Elelim sejak Senin, 24 Agustus 2015, untuk mempersiapkan upaya pencarian dan evakuasi. Namun, kondisi di lapangan tidak memungkinkan tim untuk menjangkau lokasi kejadian. “Mereka sudah mencoba ke lokasi bencana longsor di Kali Lek, tapi tak bisa mendekat karena terhalang material longsor. Sementara hujan deras masih terus mengguyur di lokasi kejadian sehingga tim terpaksa kembali ke Elelim,” kata Patrige melalui sambungan telepon selulernya.
Untuk mempercepat penanganan, Dinas Sosial Kabupaten Yalimo telah menggelar rapat koordinasi guna membahas langkah-langkah evakuasi terhadap para korban yang diduga tertimbun. Menurut Patrige, hingga saat ini hasil pencarian terbaru dari tim SAR gabungan masih belum diketahui karena faktor cuaca yang belum mendukung. “Belum diketahui hasil tim SAR gabungan hari ini. Semoga cuaca bisa mendukung sehingga tim SAR bisa mencapai lokasi longsor dan secepatnya melakukan evakuasi terhadap delapan warga yang diduga tertimbun,” ucapnya.
Berdasarkan laporan yang diterima Humas Polda Papua, delapan korban yang diduga tertimbun longsor di Kali Lek terdiri atas operator ekskavator Ardi Padidik (32), pelaksana lapangan PT Papua Abadi Bersatu Yoseph Nussy (47), buruh harian Versus Peon (15), petugas helper Yopi Kepno (35), Lasarus Wantik (32), Wilumus Wantik (10), sopir truk Ismail (30), serta sopir truk Ferdy (40). Hingga kini, proses pencarian masih menunggu kondisi cuaca yang memungkinkan tim SAR kembali bergerak ke lokasi bencana.

